Selamat datang di rubrik Pojok Literasi Sekolah. Kali ini, kita akan menyelami dunia yang sangat seru dan penuh imajinasi, yaitu Sastra. Pernahkah kamu merasa sedih saat membaca cerita, atau merasa semangat saat mendengar sebuah pantun? Itu semua karena keajaiban sastra!
Yuk, kita pelajari bersama apa itu sastra dan apa saja jenis-jenisnya.
1. Pengertian Sastra
Secara sederhana, sastra adalah karya seni yang menggunakan bahasa sebagai alatnya. Sastra bukan sekadar tulisan biasa, melainkan ungkapan perasaan, pikiran, dan pengalaman seseorang yang disampaikan dengan bahasa yang indah dan bermakna.
2. Jenis-Jenis Sastra
Ada banyak jenis karya sastra, tapi untuk tingkat SD, kita akan fokus pada tiga jenis yang paling sering kita temui:
A. Pantun
Pantun adalah puisi lama asli Indonesia. Ciri khasnya adalah memiliki rima (bunyi akhir) yang teratur, biasanya berpola a-b-a-b.
Contoh:
Masak bayam di dalam kuali,
Ibu beli di pasar pagi.
Kalau kamu rajin sekali,
Pasti lekas pandai nanti.
Puisi adalah karya sastra yang bahasanya sangat indah dan penuh makna. Berbeda dengan pantun yang punya aturan baku, puisi modern lebih bebas. Penulis puisi (penyair) menggunakan kata-kata pilihan untuk menggambarkan perasaannya.
C. Dongeng
Dongeng adalah cerita khayalan yang tidak benar-benar terjadi, tapi mengandung pesan moral yang baik. Contoh dongeng antara lain:
Fabel: Cerita tentang hewan (seperti Si Kancil).
Legenda: Cerita asal-usul tempat (seperti Tangkuban Perahu).
Mitos: Cerita tentang dewa-dewi atau hal gaib.
Agar sebuah cerita atau puisi menjadi menarik, ada bagian-bagian pembentuknya yang disebut unsur. Secara umum, ada dua kelompok besar:
Unsur Intrinsik (Di dalam karya tersebut)
Ini adalah "tulang punggung" sebuah cerita atau tulisan:
Tema: Gagasan pokok atau ide utama cerita.
Tokoh & Penokohan: Orang/hewan dalam cerita dan sifat mereka (baik, jahat, atau lucu).
Alur (Plot): Urutan kejadian dari awal sampai akhir.
Latar (Setting): Tempat, waktu, dan suasana kejadian.
Amanat: Pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.
Unsur Ekstrinsik (Di luar karya)
Ini adalah hal-hal dari luar yang memengaruhi karya tersebut, misalnya latar belakang penulis atau kondisi masyarakat saat karya itu dibuat.
Sastra adalah cara kita bercerita dan berbagi perasaan. Dengan membaca dan menulis sastra, kita bisa melatih kreativitas, menambah kosakata, dan belajar menjadi pribadi yang lebih bijak melalui pesan-pesan moralnya.
Mari mulai membaca buku hari ini, karena buku adalah jendela dunia!
Referensi
Damianti, dkk. (2020). Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV-VI. Jakarta: Kemendikbudristek.
Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tarigan, Henry Guntur. (2011). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Portal Daring KBBI V. Kemendikbud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar