Selamat datang di masa depan pendidikan! Mulai tahun ajaran 2025, sekolah kami dengan bangga mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Revisi 2025 yang mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini bukan sekadar perubahan kurikulum, tetapi sebuah komitmen untuk membentuk Peserta Didik dengan 8 Dimensi Profil Lulusan yang utuh dan siap menghadapi tantangan global.
Apa Itu Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka?
Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam adalah strategi yang menekankan pada pemahaman materi secara mendalam, bermakna, dan kontekstual. Murid tidak hanya menghafal, tetapi didorong untuk:
Berkesadaran (Consciousness): Menyadari proses belajarnya dan keterkaitannya dengan kehidupan nyata.
Bermakna (Meaningful): Menghubungkan konsep yang dipelajari dengan nilai-nilai dan pengalaman pribadi.
Menggembirakan (Joyful): Menciptakan suasana belajar yang aktif, reflektif, dan menyenangkan.
Melalui pendekatan ini, murid akan menjadi pembangun pengetahuan (knowledge constructors) yang mampu menerapkan ilmunya untuk memecahkan masalah nyata, menumbuhkan Nalar Kritis, Kreativitas, dan Gotong Royong.
Transformasi Raport: Lebih dari Sekadar Nilai
Raport Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Tahun 2025 bukan lagi dokumen yang hanya berisi angka. Raport ini bertransformasi menjadi cerminan utuh perkembangan karakter dan kompetensi mendalam setiap individu.
Fokus pada Proses dan Perkembangan: Penilaian ditekankan pada proses kemajuan belajar, sesuai Capaian Pembelajaran (CP) di setiap fase, bukan hanya hasil akhir.
Uraian Deskriptif yang Detail: Setiap mata pelajaran dan Penguatan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang jelas, menunjukkan kekuatan, area yang perlu dikembangkan, dan bagaimana murid menunjukkan 8 Dimensi Profil Lulusan (beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif, cinta lingkungan, serta sehat jasmani dan rohani).
Transparansi dan Kemitraan: Raport ini menjadi alat komunikasi efektif antara sekolah, murid, dan orang tua. Orang tua dapat melihat secara konkret bagaimana kompetensi dan karakter anak mereka tumbuh dalam konteks pembelajaran mendalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar