Bab 1: Senang Membaca Al-Qur'an (Surah An-Nasr)
Pemahaman Surah An-Nasr: Surah ini diturunkan setelah Fathu Makkah (Pembebasan Kota Mekah). Inti ajarannya adalah tentang bersyukur saat meraih kesuksesan atau pertolongan dari Allah.
Isi Pokok: Ayat pertama menyatakan janji pertolongan (Nasr) Allah. Ayat kedua menyatakan bahwa kemenangan itu akan diikuti dengan berbondong-bondongnya manusia masuk Islam. Ayat ketiga adalah perintah:
Tasbih: Mengucapkan Subhanallah (Menyucikan Allah).
Tahmid: Mengucapkan Alhamdulillah (Memuji Allah).
Istigfar: Mengucapkan Astagfirullah (Memohon ampun) kepada Allah.
Lanjutan Hijaiah: Pengenalan pada huruf berharakat tanwin ( // diatas dibaca an, // dibawah dibaca in, 69 diatas dibaca un) untuk memperlancar pembacaan Al-Qur'an.
Bab 2: Mengenal Asmaulhusna (Al-Quddus dan As-Salam)
Al-Quddus (Maha Suci):
Makna: Allah Swt. bebas dari segala cela, kekurangan, kesalahan, dan sifat yang tidak pantas. Kesucian Allah adalah sempurna.
Penerapan: Karena Allah Maha Suci, kita dianjurkan menjaga kebersihan diri dan tempat, terutama saat beribadah (salat, membaca Al-Qur'an).
As-Salam (Maha Pemberi Keselamatan):
Makna: Allah adalah sumber kedamaian, keselamatan, dan ketenteraman bagi seluruh alam.
Penerapan: Mengajarkan kita untuk menyebarkan kedamaian kepada orang lain. Mengucapkan Assalamu'alaikum saat bertemu adalah wujud dari meneladani sifat As-Salam, yaitu mendoakan keselamatan bagi sesama.
Bab 3: Aku Anak Saleh (Jujur dan Santun)
Jujur (Siddiq):
Pentingnya: Jujur adalah akhlak utama para Nabi. Lawan kata jujur adalah dusta (bohong), yang dibenci Allah dan menjauhkan teman.
Bentuk: Jujur dalam perkataan (berkata apa adanya) dan jujur dalam perbuatan (mengembalikan barang yang ditemukan, mengakui kesalahan tanpa ditutup-tutupi).
Santun (Adab):
Makna: Sikap lemah lembut, halus, dan penuh hormat. Santun adalah cerminan dari hati yang baik.
Penerapan: Santun kepada orang tua (berbicara pelan, tidak memotong pembicaraan), santun kepada guru (patuh dan mendengarkan), dan santun kepada teman (tidak mengejek atau berbicara kasar).
Bab 4: Hidup Bersih dan Sehat
Konsep Thaharah: Islam mengajarkan bahwa kita harus bersih dari najis (kotoran seperti tinja, darah) dan hadas (keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah, seperti setelah buang air atau tidur).
Pentingnya: $An-nazhaafatu minal iimaan$ (Kebersihan sebagian dari iman). Kebersihan fisik memengaruhi kesehatan dan kekhusyukan ibadah.
Jenis Kebersihan:
Badan: Mandi, sikat gigi, cuci tangan dan kaki.
Pakaian: Mengganti pakaian kotor, terutama sebelum salat.
Lingkungan: Menjaga kebersihan sekolah, rumah, dan membuang sampah pada tempatnya.
Bab 5: Mengenal Nabi Muhammad saw. Lebih Dekat
Kelahiran dan Masa Kecil: Nabi Muhammad lahir di Mekah pada Tahun Gajah. Beliau Yatim sejak dalam kandungan dan Yatim Piatu sejak kecil, mengajarkan kita kesabaran dan kemandirian.
Gelar Al-Amin: Beliau diberi gelar "Al-Amin" (Orang yang Sangat Dipercaya) karena kejujuran dan amanahnya yang luar biasa. Bahkan musuh-musuhnya mengakui keamanahan beliau.
Amanah: Sifat dapat dipercaya, baik dalam menjaga barang titipan, melaksanakan tugas, maupun menjaga rahasia. Anak harus belajar menepati janji dan bertanggung jawab.
Bab 6: Berani Bertanya dan Berpendapat
Berani dalam Islam: Berani bukan berarti nekat, tetapi berani karena benar dan takut karena salah.
Berani Bertanya: Sikap positif untuk menghilangkan rasa tidak tahu. Bertanya adalah kunci ilmu.
Adab: Mengangkat tangan, berbicara sopan, dan tidak memotong pembicaraan guru/orang lain.
Berani Berpendapat: Menyampaikan ide atau pemikiran dengan santun.
Pentingnya: Melatih rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri. Wajib menghargai perbedaan pendapat.
Berani Membela Kebenaran: Contohnya, berani mengakui kesalahan saat memecahkan barang, atau berani melarang teman yang berbuat curang.
Bab 7: Doa Sehari-hari
Konsep Doa: Doa adalah inti ibadah (mukkhul ibadah). Doa adalah komunikasi langsung kita kepada Allah Swt., memohon pertolongan dan perlindungan.
Fokus Doa:
Doa Setelah Belajar: Memohon agar ilmu yang didapat tidak hanya dihafal, tetapi juga diamalkan dan bermanfaat di masa depan.
Doa Sebelum dan Sesudah Tidur: Mengajarkan kita untuk mengingat Allah di awal dan akhir hari, memohon dijauhkan dari mimpi buruk dan dilindungi dari godaan setan.
Manfaat Doa: Memberi ketenangan hati, menumbuhkan sifat tawakal (berserah diri), dan membuat kita selalu merasa diawasi Allah.
Bab 8: Praktik Salat
Rukun dan Syarat: Mengulang kembali Syarat Sah salat (suci dari hadas dan najis, menutup aurat, menghadap kiblat) dan mulai mengenal Rukun Salat (hal-hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam salat, seperti niat, berdiri, takbir, dll.).
Gerakan Detail: Fokus pada ketenangan (tuma'ninah) dalam setiap gerakan. Menjelaskan bahwa gerakan salat memiliki makna, misalnya rukuk adalah tanda merendahkan diri kepada Allah.
Bacaan Pilihan: Menguasai bacaan wajib (Surah Al-Fatihah) dan mulai menghafal bacaan ruku' (Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wa bihamdih) dan sujud (Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih).
Bab 9: Kisah Nabi Luth a.s.
Latar Belakang Kaum Sodom: Kaum yang hidup di Kota Sodom melakukan perbuatan maksiat yang sangat keji dan belum pernah dilakukan umat sebelumnya (homoseksual dan perbuatan buruk lainnya).
Peran Nabi Luth: Beliau adalah contoh penyampai kebenaran yang gigih. Beliau tidak pernah lelah mengajak umatnya untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, meskipun ditolak.
Pelajaran: Allah akan menghancurkan kaum yang melampaui batas dalam kemaksiatan. Mengajarkan anak untuk selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan dan menjauhi perbuatan buruk, meskipun banyak orang yang melakukannya.
Bab 10: Kisah Nabi Saleh a.s.
Kaum Tsāmūd: Mereka adalah kaum yang mahir dalam memahat dan membangun rumah di gunung-gunung. Mereka sombong dengan kekayaan dan kepintaran mereka.
Mukjizat Unta: Mukjizat berupa unta betina yang keluar dari batu. Unta ini memiliki syarat: boleh minum di sumur tertentu pada hari tertentu, dan harus dibiarkan hidup.
Sikap Kaum Tsāmūd: Mereka durhaka dengan membunuh unta itu.
Pelajaran: Kisah ini mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat dan menjaga amanah yang diberikan Allah. Juga, larangan merusak dan menyakiti makhluk hidup (hewan) ciptaan Allah.