Adsense

Minggu, 03 Agustus 2025

Nesake: Dibalik Panjangnya Sejarah Sebuah Nama


Di kota kecil yang yang sekarang menjadi sebuah ibukota dari pemerintah daerah dari Pemerintah Kabupaten Malang, ada sebuah sekolah yang namanya begitu gagah: Sekolah Dasar Negeri 1 Kepanjen. Tapi, di kalangan para siswanya, guru, bahkan warga sekitar, nama itu jarang sekali disebut. Mereka lebih suka memanggilnya dengan sebutan yang lebih akrab: "Nesake."

Julukan itu bukan muncul tanpa alasan. Nesake punya tradisi unik yang sudah berlangsung sejak lama. Berawal dari kegiatan pramuka yang berada di pangkalan SDN kepanjen 01 membuat semacam saka untuk anak SD yang di sebut Pra Nesa Ke sebuah kependekan dari Pramuka SD Negeri 1 Kepanjen yang di gagas oleh kak Umar Faruq. Yang akhirnya melebar bukan hanya di tingkatan pramuka saja, hingga disetiap sendi dan kehidupan di SD Negeri 1 Kepanjen menggunakan kata Nesake.


Lebih dari sekadar nama, "Nesake" adalah cerminan dari semangat yang hidup di dalamnya. Di sana, perbedaan suku, agama, dan latar belakang dianggap sebagai keindahan, bukan halangan. Sama sebuah nafas yang menjadi satu, para siswa di sekolah ini belajar untuk saling menghargai dan bekerja sama.


Ketika seseorang bertanya, "Kamu sekolah di mana?", jawabannya hampir selalu, "Nesake." Senyum akan merekah, dan cerita tentang persahabatan, dan toleransi dan semangat menuntut ilmu demi meraih cita-cita akan mengalir dengan sendirinya. Nama resmi "SD Negeri 1 Kepanjen" memang memiliki makna yang mendalam karena memiliki sejarah yang sangat panjang, tetapi julukan "Nesake" adalah jiwa, semangat, dan kenangan yang terukir di hati setiap orang yang pernah menjadi bagian dari komunitasnya.

Jumat, 01 Agustus 2025

Filosofi Logo: Harmoni Pendidikan dalam Bingkai Kehidupan

 


Logo yang terlihat diatas atas prakarsa dari Bapak Candra Eko Suwasono, S.Kom, S.Pd, dengan bentuk segi lima melengkung berwarna biru, diapit oleh nama sekolah dan dinas pendidikan, serta memiliki logo Tut Wuri Handayani di tengahnya, mengandung filosofi yang mendalam tentang pendidikan dan peranannya dalam masyarakat.


Segi Lima Melengkung: Pondasi Kuat dan Fleksibilitas

  • Bentuk Segi Lima: Melambangkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendidikan yang diselenggarakan berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila, mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Segi lima juga bisa diartikan sebagai lima aspek penting dalam pendidikan: spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan fisik.

  • Bentuk Melengkung: Menyimbolkan fleksibilitas, adaptabilitas, dan kesinambungan. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan adalah kunci. Kelengkungan juga dapat melambangkan rangkulan dan perlindungan, menunjukkan bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan mendukung bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang.

  • Warna Biru: Warna biru secara universal diasosiasikan dengan intelektualitas, kebijaksanaan, kedamaian, dan kepercayaan. Dalam konteks pendidikan, biru mencerminkan suasana belajar yang kondusif, mendalam, dan penuh inspirasi. Ia juga dapat melambangkan langit luas dan lautan dalam, yang menyiratkan harapan, potensi tak terbatas, dan kedalaman ilmu pengetahuan yang akan diperoleh.


Logo Tut Wuri Handayani: Spirit Kepemimpinan Pendidikan

  • Posisi di Tengah: Penempatan logo Tut Wuri Handayani di tengah adalah inti dari filosofi ini. Sesuai dengan semboyan Ki Hajar Dewantara, ini menegaskan bahwa sekolah dan dinas pendidikan berkomitmen untuk:

    • Ing Ngarsa Sung Tuladha: Memberi teladan di depan (pemimpin dan pendidik menjadi contoh baik bagi peserta didik).

    • Ing Madya Mangun Karsa: Membangun kemauan dan semangat di tengah (mendorong kreativitas dan inisiatif peserta didik).

    • Tut Wuri Handayani: Mengikuti dari belakang dengan memberi dorongan (memberikan dukungan dan bimbingan agar peserta didik mandiri dan berdaya).

  • Keberadaan logo ini menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan adalah membentuk karakter, kemandirian, dan memberdayakan peserta didik untuk meraih masa depan.


Nama Sekolah dan Dinas Pendidikan: Identitas dan Jaringan Dukungan

  • Nama Sekolah: Menunjukkan identitas dan lembaga yang menjalankan proses pendidikan secara langsung. Ini adalah wadah konkret tempat pembelajaran terjadi.

  • Dinas Pendidikan: Melambangkan dukungan, regulasi, dan supervisi dari pemerintah. Keberadaannya menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah upaya kolektif yang terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional, memastikan standar dan kualitas pendidikan. Penempatannya mengapit logo utama menunjukkan bahwa keduanya adalah pilar penting yang menopang jalannya pendidikan.


versi black white


Kesimpulan

Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan sebuah institusi pendidikan yang:

  • Berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila dan memiliki fondasi yang kokoh.

  • Fleksibel dan adaptif terhadap dinamika zaman.

  • Menjunjung tinggi semangat kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, yaitu membimbing, mendorong, dan memberdayakan peserta didik.

  • Berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang bijaksana, damai, dan penuh inspirasi (diwakili warna biru).

  • Merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, didukung dan diawasi oleh Dinas Pendidikan.

Logo ini adalah representasi visual dari harmoni antara idealisme pendidikan, praktik nyata di lapangan, dan dukungan kelembagaan, dengan tujuan akhir menciptakan generasi penerus yang berkarakter, cerdas, dan mandiri.

TO 2 TKA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu  Link TO 2 TKA Kec. Kepanjen. Klik disini https://sites.google.com/guru.sd.belajar.id/t-o-tka-ke...